Rehabilitasi Tuna Netra di Jepang: Survey penelitian dan kemungkinan aplikasinya di Indonesia
Indera penglihatan adalah salah satu sumber informasi yang vital bagi manusia. Tidak berlebihan apabila dikemukakan bahwa sebagian besar informasi yang diperoleh oleh manusia berasal dari indera penglihatan, sedangkan selebihnya berasal dari panca indera yang lain. Dengan demikian, dapat difahami bila seseorang mengalami gangguan pada indera penglihatan, maka kemampuan aktifitasnya menjadi sangat terbatas, karena informasi yang diperoleh akan jauh berkurang dibandingkan mereka yang berpenglihatan normal. Hal ini ini apabila tidak mendapat penanganan/rehabilitasi khusus, akan mengakibatkan timbulnya berbagai kendala psikologis, seperti misalnya perasaan inferior, depresi, atau hilangnya makna hidup dsb. Pada awalnya, alat bantu bagi tuna netra di Jepang adalah tongkat putih dan anjing penuntun yang telah terlatih secara khusus. Akan tetapi kedua alat ini memiliki berbagai macam keterbatasan, sehingga hanya sebagian kecil saja informasi yagn dapat difahami dari lingkungan dimana dia berada. Dewasa ini perkembangan teknologi yang pesat membuka peluang pengembangan berbagai alat bantu yang memanfaatkan berbagai disiplin ilmu, seperti halnya GPS, computer vision, virtual reality untuk memberikan informasi yang lebih utuh bagi tuna netra. Tulisan ini merupakan hasil survey terhadap berbagai penelitian yang telah dilakukan di Jepang, dalam kaitannya memberikan sumbangan fikiran bagi kemungkinan aplikasinya di Indonesia.
Selengkapnya :
Nugroho, A.S., "Rehabilitasi Tuna Netra di Jepang: Survey penelitian dan kemungkinan aplikasinya di Indonesia" , Temu Ilmiah Persatuan Pelajar Indonesia Jepang, Nagoya, Dec. 21 2002.
Selengkapnya :
Nugroho, A.S., "Rehabilitasi Tuna Netra di Jepang: Survey penelitian dan kemungkinan aplikasinya di Indonesia" , Temu Ilmiah Persatuan Pelajar Indonesia Jepang, Nagoya, Dec. 21 2002.



<< Home