Hoka-hoka bento
"Hoka-hoka bento" sangat populer di Jakarta, dan mungkin sekarang sudah sampai di daerah. Apa sebenarnya arti hoka-hoka bento ?
hoka-hoka = hangat (maksudnya masakan hangat)
bento = bekal, box lunch, nasi bungkus
Kata-kata bento dalam kehidupan sehari-hari dipakai untuk menyebut nasi bekal, yang kami bawa ke kantor, kampus atau sekolah.
Di Jepang bisnis "nasi bungkus" atau bento ini cukup populer. Hoka-hoka bento adalah nama salah satu perusahaan bento. Di Jepang, setahu saya hoka-hoka bento tidak terlalu terkenal, dibanding bentoman, kamadoya, atau yang lain. Di Nagoya saya cuma temukan 1 tempat saja : di belakang Maruzen-Sakae.
Tempat jualan bento lain dengan restoran. Tempatnya biasanya seperti kios kecil. Kadang-kadang ada ruang bagi pembeli untuk makan, tapi umumnya toko bento tidak menyediakan space untuk itu. Kita beli, dilayani, dan langsung dibawa pulang. Ada juga perusahaan bento yang kita bisa minta agar pesanan diantar ke rumah (delivery service). Bento ini sangat praktis, terutama bagi mahasiswa yang sibuk dan tidak sempat memasak makanan sendiri, atau kadang selingan menu keluarga. Kalau hoka-hoka bento yang di Indonesia, melihat skala bisnis, tempat dan cara pelayanannya, rasanya tidak tepat kalau dibilang perusahaan "bento". Lebih tepat kalau dibilang "restoran". By default, bento adalah untuk take out service, dibawa pulang, bukan dimakan di tempat.
Minggu kemarin saya jalan-jalan ke Sakae, pusat keramaian di Nagoya, dan temukan satu-satunya "hoka-hoka bento" di Nagoya. Tokonya kecil, di gang sempit sebelah toko buku Maruzen. Agak shock juga kalau dibandingkan dengan "hoka-hoka bento" yang megah di Jakarta. Saya tidak tahu, apakah hoka-hoka bento di Jakarta itu sama dengan hoka-hoka bento yang di Jepang. Tapi karena "hoka-hoka bento" itu nama dagang, jadi saya rasa mereka sama. Hebat juga, mungkin keuntungan hoka-hoka bento di Indonesia jauh lebih besar daripada di Jepang.
hoka-hoka = hangat (maksudnya masakan hangat)
bento = bekal, box lunch, nasi bungkus
Kata-kata bento dalam kehidupan sehari-hari dipakai untuk menyebut nasi bekal, yang kami bawa ke kantor, kampus atau sekolah.
Di Jepang bisnis "nasi bungkus" atau bento ini cukup populer. Hoka-hoka bento adalah nama salah satu perusahaan bento. Di Jepang, setahu saya hoka-hoka bento tidak terlalu terkenal, dibanding bentoman, kamadoya, atau yang lain. Di Nagoya saya cuma temukan 1 tempat saja : di belakang Maruzen-Sakae.
Tempat jualan bento lain dengan restoran. Tempatnya biasanya seperti kios kecil. Kadang-kadang ada ruang bagi pembeli untuk makan, tapi umumnya toko bento tidak menyediakan space untuk itu. Kita beli, dilayani, dan langsung dibawa pulang. Ada juga perusahaan bento yang kita bisa minta agar pesanan diantar ke rumah (delivery service). Bento ini sangat praktis, terutama bagi mahasiswa yang sibuk dan tidak sempat memasak makanan sendiri, atau kadang selingan menu keluarga. Kalau hoka-hoka bento yang di Indonesia, melihat skala bisnis, tempat dan cara pelayanannya, rasanya tidak tepat kalau dibilang perusahaan "bento". Lebih tepat kalau dibilang "restoran". By default, bento adalah untuk take out service, dibawa pulang, bukan dimakan di tempat.
Minggu kemarin saya jalan-jalan ke Sakae, pusat keramaian di Nagoya, dan temukan satu-satunya "hoka-hoka bento" di Nagoya. Tokonya kecil, di gang sempit sebelah toko buku Maruzen. Agak shock juga kalau dibandingkan dengan "hoka-hoka bento" yang megah di Jakarta. Saya tidak tahu, apakah hoka-hoka bento di Jakarta itu sama dengan hoka-hoka bento yang di Jepang. Tapi karena "hoka-hoka bento" itu nama dagang, jadi saya rasa mereka sama. Hebat juga, mungkin keuntungan hoka-hoka bento di Indonesia jauh lebih besar daripada di Jepang.


<< Home